Bukan Hanya Nightclub, DJ Xylos Tampil di Beragam Acara dari Wedding hingga Running Event
Medan Jurnalis – Dunia DJ identik dengan nightclub dan festival. Namun, bagi DJ Xylos, panggung musik tidak terbatas pada dua jenis acara tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, DJ asal Bali yang memiliki nama asli Chandra Hendrawan (25) itu tampil dalam berbagai kegiatan dengan karakter yang berbeda, mulai dari nightclub, festival, wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga perayaan ulang tahun.
Keragaman panggung tersebut menjadi bagian dari perkembangan karier Xylos di industri entertainment Bali. Setiap acara memiliki konsep, suasana, dan karakter audiens yang berbeda sehingga dibutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan musik dan penampilan dengan kebutuhan masing-masing event.
Salah satu pengalaman yang dijalaninya adalah tampil di Avera Bali Nightclub. Xylos juga mendapat kesempatan menjadi bagian dari Thank God It’s Festival (TGIF) Bali di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam rangkaian kegiatan bersama Indosat. Di luar dua format tersebut, ia juga mengisi berbagai acara privat dan kegiatan dengan konsep yang lebih spesifik.
Menurut Xylos, justru keberagaman tersebut yang membuat perjalanan sebagai DJ menjadi menarik. Ia tidak hanya belajar membangun energi di tengah suasana nightlife, tetapi juga harus memahami bagaimana musik dapat menjadi bagian dari sebuah acara dengan karakter yang berbeda.
“Setiap event punya karakter yang berbeda. Kalau di nightclub mungkin energinya lebih tinggi, sementara wedding, private party, atau running event punya suasana yang berbeda. Buat saya justru itu yang membuat perjalanan sebagai DJ menjadi menarik karena selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” ujar Xylos.
Dalam wedding after party misalnya, suasana yang dibangun memiliki pendekatan berbeda dibandingkan ketika tampil di nightclub. Begitu pula dengan private party di sailing boat yang memiliki ruang dan karakter audiens yang lebih intim. Sementara pada event running, musik menjadi salah satu bagian yang mendukung semangat dan suasana kegiatan.
Pengalaman tersebut membuat Xylos melihat profesi DJ bukan sekadar kemampuan memainkan musik. Menurutnya, seorang DJ juga harus mampu membaca situasi, memahami audiens, mengetahui konsep acara, serta menyesuaikan penampilan agar musik yang dimainkan dapat menyatu dengan keseluruhan kegiatan.
Kemampuan beradaptasi itu menjadi salah satu hal yang terus ia kembangkan sejak mulai serius menekuni dunia DJ. Dalam prosesnya, Xylos banyak belajar dari DJ senior Oman Bean, terutama mengenai cara memahami industri hiburan, membangun relasi, membaca karakter audiens, serta menjaga profesionalitas dalam setiap pekerjaan.
Karier tersebut kemudian berkembang secara bertahap melalui berbagai kesempatan tampil. Bagi Xylos, setiap event tidak hanya menjadi ruang untuk tampil, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru dan memperluas jaringan di industri entertainment.
Perjalanan tersebut cukup berbeda jika dibandingkan dengan kehidupan Xylos di luar dunia musik. Selain menjadi DJ, ia juga bekerja sebagai ASN PPPK dan masih aktif menempuh pendidikan tinggi. Aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan bermusik.
Meski memiliki kesibukan di beberapa bidang, Xylos tidak melihat dunia musik sebagai sesuatu yang harus dipisahkan dari kehidupannya. Baginya, menjadi DJ merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas sekaligus bertemu dengan berbagai karakter orang dan lingkungan baru.
Latar belakang Xylos sendiri juga tidak berasal dari dunia hiburan. Ia tumbuh di Kepulauan Sula, Maluku Utara, bersama sang ayah yang bekerja sebagai tukang kayu. Masa kecilnya dijalani dalam kondisi yang jauh dari fasilitas modern, termasuk tanpa listrik dan internet.
Ia pernah tinggal di sebuah kamar kayu sederhana di atas bukit yang dikelilingi hutan. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, ia harus mengambil air dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal. Perjalanan menuju sekolah juga harus dilakukan dengan berjalan kaki selama sekitar 35 menit hingga satu jam.
Kehidupan tersebut membuatnya terbiasa dengan keterbatasan sekaligus membentuk kemandirian sejak usia muda. Sejak berusia 16 tahun, Xylos mengaku sudah tidak lagi meminta uang kepada kedua orang tuanya.
Ketika memasuki jenjang SMA, ia memilih sendiri sekolah yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara. Keputusan tersebut diambil karena ia tidak ingin menambah beban ekonomi keluarga.
“Orang tua saya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak banyak mengajarkan tentang perencanaan masa depan. Karena itu saya belajar mencari tahu semuanya sendiri,” ungkapnya.
Menurut Xylos, kondisi tersebut membuatnya sejak awal memahami bahwa jika ingin mengubah kehidupan, ia harus berusaha melalui pendidikan dan pekerjaan.
“Dari dulu saya berpikir, kalau ingin mengubah hidup, saya harus belajar. Tidak ada jalan lain,” katanya.
Setelah lulus SMA pada 2021, ia kemudian merantau ke Bali. Di kota yang kemudian menjadi tempatnya membangun karier tersebut, Xylos bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dengan penghasilan yang saat itu masih di bawah upah minimum, ia tetap menjalani pekerjaan dan kuliah secara bersamaan. Rutinitas tersebut berlangsung selama beberapa tahun hingga kemudian membawanya pada pencapaian dalam bidang profesional dan akademik.
Pada 2024, Chandra berhasil menjadi ASN PPPK. Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan S1 dan melanjutkan studi S2. Pada 2026, ia kembali mengambil program S1 di bidang lain.
“Satu-satunya hal yang membuat saya kecanduan adalah belajar,” ujarnya.
Semangat untuk terus belajar tersebut juga dibawa ke dunia musik. Ketika mulai menekuni profesi DJ, Xylos tidak menganggap dirinya sudah selesai belajar hanya karena mulai mendapatkan kesempatan tampil.
Setiap event menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan. Dari nightclub, ia belajar mengenai energi audiens. Dari festival, ia mendapatkan pengalaman dengan atmosfer yang berbeda. Sementara wedding, private party, sailing boat, running event, dan ulang tahun memberikan tantangan tersendiri dalam membangun suasana.
Nama Xylos yang digunakannya sebagai DJ juga memiliki cerita personal. Nama tersebut berasal dari kata Yunani “xylo” yang berarti kayu dan dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya yang berprofesi sebagai tukang kayu.
“Xylos bukan sekadar nama panggung. Nama itu mengingatkan saya pada asal-usul, perjuangan, dan kerja keras ayah yang membawa saya sampai di titik ini,” jelasnya.
Karena itu, perkembangan karier Xylos di dunia musik tidak terlepas dari perjalanan hidup yang membentuknya. Nama yang terinspirasi dari profesi sang ayah kini menjadi identitas yang ia gunakan ketika tampil di berbagai acara.
Seiring bertambahnya pengalaman, Xylos juga mulai memahami bahwa industri entertainment memiliki kebutuhan yang sangat beragam. Tidak semua acara membutuhkan energi yang sama dan tidak semua audiens menikmati pendekatan musik yang serupa.
Hal tersebut membuat kemampuan membaca suasana menjadi salah satu hal yang terus diasahnya. Ia ingin setiap penampilan tidak hanya terdengar secara musikal, tetapi juga dapat mendukung pengalaman keseluruhan dari sebuah acara.
“Buat saya, DJ bukan cuma soal memainkan musik. Kita harus tahu siapa yang datang, acaranya seperti apa, dan suasana seperti apa yang ingin dibangun,” tuturnya.
Pendekatan tersebut menjadi penting ketika dirinya mendapat kesempatan tampil di berbagai acara dengan konsep berbeda. Pengalaman tersebut sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi Xylos untuk membangun jaringan dan mengenal lebih banyak pelaku industri entertainment di Bali.
Meski demikian, ia tetap menyadari bahwa perjalanan di dunia musik membutuhkan proses. Kesempatan tampil yang semakin beragam tidak membuatnya merasa sudah berada di titik akhir.
Sebaliknya, setiap penampilan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperbaiki kemampuan dan memahami lebih jauh industri yang sedang dijalaninya.
Di tengah kesibukan tersebut, Xylos juga tetap menjalankan pekerjaan sebagai ASN dan aktivitas akademiknya. Ia memilih untuk tidak meninggalkan salah satu bidang yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya.
Menurutnya, setiap bidang memberikan pengalaman yang berbeda. Pekerjaan mengajarkan tanggung jawab, pendidikan memberikan pengetahuan, sedangkan musik memberikan ruang untuk berekspresi dan berinteraksi dengan berbagai karakter audiens.
“Gapapa masa muda saya tidak seperti orang lain pada umumnya. Yang penting saya terus bergerak maju. Saya percaya hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” katanya.
Bagi Xylos, menjalani kehidupan yang berbeda dari kebanyakan anak muda seusianya bukanlah sesuatu yang harus disesali. Ia justru melihat kesibukan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun sesuatu sejak sekarang.
Pengalaman masa kecil juga membuatnya terbiasa dengan proses panjang. Dari kehidupan tanpa listrik dan internet di pedalaman Maluku, ia kemudian merantau ke Bali dan memulai semuanya dari bawah.
Kini, selain bekerja dan menempuh pendidikan, ia mulai membangun identitas profesional sebagai DJ melalui berbagai kesempatan tampil. Nama Xylos perlahan hadir dalam berbagai jenis event dengan karakter audiens yang berbeda.
Dari Avera Bali Nightclub, TGIF Bali di GWK bersama Indosat, hingga wedding after party, private party di sailing boat, event running, dan perayaan ulang tahun, setiap panggung menjadi bagian dari pengalaman yang terus bertambah.
Xylos berharap perjalanan tersebut dapat terus berkembang. Ia ingin tetap terbuka terhadap berbagai kesempatan tampil sekaligus terus meningkatkan kemampuan agar dapat memberikan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan setiap acara.
Bagi dirinya, kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari perjalanan seorang DJ. Dunia musik terus berkembang, begitu pula dengan karakter audiens dan bentuk acara yang ada.
Karena itu, ia memilih untuk terus belajar daripada merasa cukup dengan pencapaian yang sudah dimiliki.
Perjalanan DJ Xylos di Bali pun masih terus berjalan. Dari berbagai panggung yang telah dijalani, ia ingin memperluas pengalaman dan membangun jaringan yang lebih luas di industri entertainment.
Di balik aktivitas tersebut, ada perjalanan panjang seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan, memilih pendidikan sebagai jalan hidup, merantau ke Bali, menjadi ASN, dan kemudian mengembangkan passion di dunia musik.
Kini, DJ Xylos tidak hanya dikenal melalui satu jenis panggung. Beragamnya acara yang pernah dijalani menjadi bagian dari prosesnya membangun karakter sebagai DJ yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai suasana dan kebutuhan event.
Bagi Xylos, setiap panggung memiliki cerita dan setiap acara memberikan pelajaran baru. Karena itu, ia memilih untuk terus membuka diri terhadap pengalaman berikutnya sambil tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai ASN dan mahasiswa.












