Advertorial

Empat Tahap Metode Ilmiah di Balik Riset Nanohidrogel Kolagen Ikan Nila Mahasiswa UMY

Empat Tahap Metode Ilmiah di Balik Riset Nanohidrogel Kolagen Ikan Nila Mahasiswa UMY

Yogyakarta – Sebuah riset biomedis yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menarik perhatian karena pendekatan metodologisnya yang berlapis. Tim COLLANILA, yang mengusung riset berjudul “Nanohidrogel Peptida Kolagen Sisik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) sebagai Modulator TGF-β1 pada Ulkus Diabetikus”, merancang penelitiannya melalui empat tahapan utama: ekstraksi, uji in vitro, uji in vivo, dan pendekatan in silico.

Riset ini diketuai oleh Iyyaka Kautshar Pinta Rizka, dengan anggota Clarissa Rafeyfa Zahirah, Zata Lini F, Karima Alya Maheswari, dan Baiq Lala Eka Anansi Aisyah Purya S, di bawah bimbingan Dr. dr. Titiek Hidayati, M.Kes., Sp.DLP, Sp.KKLP., FISCM., FISPH., dan didanai melalui skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tahap pertama, ekstraksi, dilakukan untuk memperoleh peptida kolagen dari sisik ikan nila (Oreochromis niloticus) yang kemudian diformulasikan menjadi sediaan nanohidrogel. “Tahap ekstraksi menjadi fondasi penting karena kualitas peptida kolagen yang dihasilkan akan menentukan efektivitas sediaan pada tahap pengujian berikutnya,” jelas Iyyaka Kautshar Pinta Rizka.

Tahap kedua adalah uji in vitro, yaitu pengujian pada kultur sel untuk melihat respons biologis awal terhadap peptida kolagen yang dihasilkan. Tahap ini menjadi penyaring awal sebelum riset dilanjutkan ke pengujian yang lebih kompleks.

Selanjutnya, tahap uji in vivo dilakukan pada model hewan coba untuk mengamati efek nanohidrogel secara langsung terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikus, termasuk kaitannya dengan modulasi protein TGF-β1 yang berperan dalam regenerasi jaringan.

Tahap terakhir, pendekatan in silico, digunakan untuk memodelkan dan memprediksi interaksi molekuler antara peptida kolagen dan target biologisnya secara komputasional, sehingga memperkuat dasar ilmiah dari temuan yang diperoleh pada tahap eksperimental.

Dr. dr. Titiek Hidayati, M.Kes., Sp.DLP, Sp.KKLP., FISCM., FISPH. menilai pendekatan multi-metode ini mencerminkan kedalaman proses riset yang dijalankan tim. “Pendekatan dari hulu ke hilir seperti ini penting agar hasil riset punya validitas ilmiah yang kuat, tidak hanya berhenti pada satu jenis pengujian saja,” ungkapnya.

Melalui metode yang sistematis ini, tim COLLANILA berharap dapat menghasilkan temuan yang kredibel dan berkontribusi bagi pengembangan terapi ulkus diabetikus berbasis bahan alam.

###

Narahubung: Iyyaka Kautshar Pinta Rizka (Ketua Tim COLLANILA, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY))

Tinggalkan komentar